Manfaat Pengenalan Warna Bagi anak - Alfan Ismail Blog

27 Oktober 2019

Manfaat Pengenalan Warna Bagi anak

Kasus; apakah teman-teman pernah mengalami salah beli barang karena tidak bisa membedakan warnanya, atau malah teman-teman mengalami buta warna? mungkin ini efek dimasa lalu. Anak saya yang masih balita sudah mulai saya perkenalkan untuk bisa membedakan warna secara dasar, artinya warna yang sering muncul seperti, merah, hitam, kuning dsb. Kalau bertanya, loh memang ada yah manfaatnya anak diajari mengenalkan warna secara dini, jawabanya sangat ada, yaitu kasus tadi diatas yang saya ceritakan sebagai prolog.


Proses pengenalan warna kepada anak dibawah 3 tahun adalah proses untuk mempelajari tentang auditory, visual, dan memory, yang mana ketiganya saling berhubungan dengan intelektual si anak. Daya imajinasinya akan berkembang dan dapat mengenali warna benda yang ada di sekitarnya. Berikut cara menyenangkan untuk si kecil agar mau belajar warna dan manfaatnya.

1. Anak melihat dunia secara utuh
Ajaklah sikecil keluar, misal berjalan di taman, mintalah anak untuk menyebutkan warna pohon, batu, serta warna rumput. sehingga anak akan mengenali warna secara utuh dan mencegah secara dini dari kebutaan warna.

2. Mengenalkan konsep bentuk
Jika tidak dimulai sejak kecil anak tidak akan dapat mengenali konsep bentuk dengan sendirinya. Tetapi berbeda jika anda sudah mulai diperkenalkan warna kepada si kecil. Saat mulai sekolah nanti, si anak sudah mampu membuat bentuk gambar sederhana berbagai bentuk bidang, misal mengingat warna hijau, dia akan secara otomatis teringat pohon, dan akan memulai menggambar pohon. Mengingat warna merah, diaakan mulai menggambar bunga mawar yangia lihat ditaman, meski gambar tidak sempurna. Berbeda dengan anak yang tidak diajarkan warna, dia akan kebingungan dan tidak imajinatif.

3.Melatih Kreatifitas
Memperkenalkan ragam warna sejak dini, secara otomatis merangsang daya imajinatifnya serta perspektif artistik si anak. Dengan demikian si anak mendapatkan stimulus memadukan warna, kelak saat dia dewasa akan menerapkanya dalam hal berpakaian tanpa di sadarinya, sehingga dia akan dapat memadukan atara warna pakaian yang pantas dan yang tidak pantas sehingga enak di lihat.

Untuk anak balita, memang masih memiliki kemampuan terbatas dalam menerim ainformasi baru, sehingga cukup kenalkan satu warna saja dalam seminggu, dan satu warna lagi di minggu berikutnya, demikian seterusnya. Untuk mereview hasil belajar, ajak anak untuk bermain tebak-tebakan warna, dan itupun sudah saya praktekan, ketika saya menyuruh anak saya menyebutkan warna celana saya yang saya pakai dia menjawab wana merah, setelah saya tanya kenapa alasanya menjawab warna merah, anak saya menjawab, sama kayak sepatu lala. Karena saat belajar mengenali warna merah memang saya menggunakan media sepatu yang warna merah hehehe.
  

20 komentar:

  1. ya aku susah membedakan biru sama hijau bukan karena ga liat perbedaannya tapi suka kebalik nyebutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah kan hheheheh, harus latian ini kaya adek balita

      Hapus
  2. Saya juga pernah dikasih tau soal ini kemampuan anak yang masih terbatas dalam menerim ainformasi baru

    BalasHapus
  3. Kalo yg udah tua kayak saya sudah susah warna gradasi hijua ke kuning :D

    BalasHapus
  4. Saya sih enggak buta warna mas, cuman semakin gede pemilihan warna saya semakin mengecil hahaha

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. terimakasih....telah berkunjung ke blog saya

      Hapus
  6. Menarik sekali, nih. Anak saya usianya sudah 4 tahun lebih, sudah mulai mengenal beberapa warna meski belajarnya juga kadang tanpa disengaja..hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh penting lo mbak,,,,supaya gak buta warna

      Hapus
  7. mungkin kerana itu anak-anak kecil diajar mewarna seawal usianya masuk dua tahun....

    BalasHapus
  8. setuju.. aku juga lagi mulai mengenalkan warna ke anakku

    BalasHapus
  9. Tidak mampu membedakan warna itu karena tidak tahu namanya atau karena tampak sama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisajuga sih,ada juga sebagian orang yang menganggap seperti itu

      Hapus