Kegelisahan Masyarakat Tentang Arti Lock Down!!!

Mungkin kata lock down beberapa bulan kebelakang belum terlalu populer, yap masih kalah populer sama trending rafi ahmad jalan-jalan keliling dunia selama 4 bulan, atau kalah sama atta halilintar yang videonya selalu trending di youtube. Pas saya ke warung belum beberapa lama ada dua orang ngobrol sambil nunggu uang kembalian terlihat asik ngobrol tapi dengan mimik muka yang agak sedikit galau. saya pura pura milih barang di warung sambil deketin kuping ke arah pembicaraan dua orang tadi yang kelihatanya paruh baya dan kayaknya gak ngerti bahasa inggris,  "eh iya katanya mau lokdon, lokdon, lokdon, lokdon" terus menggema membuntuti langkah kaki sepulang dari warung. Gara-gara COVID-19 semua orang ngomongin lokdon (lockdown). Kan jadi ikutan penasaran, saya iseng cari di internet, dan nemulah arti yang sesungguhnya. Dilansir dari tribun.


Lock Down = keadaan dimana seseorang tidak diperkenankan meninggalkan suatu bangunan, atau kawasan bebas karena kondisi darurat. Jika dikaitkan dengan kondisi sekarang yaitu pandemi COVID-19 dapat diartikan mengunci/membatasi akses keluar masuk suatu negara untuk mengurangi resiko penularan wabah dimaksud.

Nah untuk di indonesia sendiri lock down belum menjadi pilihan utama pemerintah, namun presiden selaku pemegang pemerintahan tertinggi, menganjurkan saja untuk tidak melakukan mobilitas, baik keluar rumah, kota, atau bepergian antar daerah untuk sementara waktu sampai waktu yang belum di tentukan.

Nah sebenarnya kecemasan masyarakat tentang lock down ini tidak perlu dibesarkan setelah mengetahui arti sesungguhnya. namun begitu juga masyarakat harus tetap waspada dan menjaga diri masing-masing dengan tetap taat terhadap himbauan pemerintah RI maupun pemerintah di daerah masing-masing demi memutus matarantai penyebaran virus ini. Jadi kesimpulanya lock down bukanlah akhir dari segalanya, dan kita harus percaya dan mendukung setiap keputusan pemerintah demi menyelamatkan rakyatnya, pun jika keputusan lock down total harus di ambil, pastilah pemerintah sudah menghitung segala resiko dan harus mengerti kompensasinya di segala lini. itulah lock down.
Alfan Ismail
Hallo saya alfan, saya blogger dari cilacap. Saya biasa menulis artikel saya diblog ini, saya suka otak-atik HTML, kopi, dan musik. ayo saling blog walking, tinggalkan komentar pasti saya balas.

Related Posts

20 komentar

  1. Demi memutus mata rantai penyebaran virus ini, kita emang harus jaga jarak dan jauhi keramaian.

    Lockdown emang bikin galau sih, terutama masyarakat yang kerja harian, karena mereka juga memikirkan masalah perut.

    Tapi ya serba salah sih, karena di luar juga bisa bahaya, mati karena Covid-19.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu dia masalahnya mas...intinya kawatir gak dapet duit

      Hapus
    2. yup, itu yg jadi masalah utama yaa

      Hapus
    3. jadi dilematis kan, disisi lain keselamatan, disisi lain urusan perut

      Hapus
  2. Mungkin, jika subsidi pangan benar-benar merata dibagikan ke semua warga TANPA terkecuali ... bisa dipastikan tidak akan timbul kecemasan seperti sekarang ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sih mas tapi apa mungkin 200jt jiwa disubsidi...taroh lah 1 bulan sekali juga pasti biaya APBN gakan kuat

      Hapus
  3. Kadang bingung, antara PSBB dan lockdonw, tapi kenyataannya dilapangan hampir mirip.
    tiap gang diportal, akses jalan ditutup.
    Terus warga tampak sulit beraktivitas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha kalo di tempat saya lockdown yang mayoritas petani dan pedagang mau gimana coba mas

      Hapus
    2. maka dari itu ,pemerintah terlalu tak mau mengambil resiko
      Kalau lockdonw pemerintah menjamin kebutuhan makan selama masa itu. Termasuk listrik dan lain lain
      Kalau PSBB, rakyat dilarang berusaha tapi pajak dan listrik, tagihan air jalan terus. Itu kan namanya membunuh warganya, mati karena kelaparan :D

      Hapus
  4. Kapan corona berakhirrrrrrr T____T
    huu sedih, IHSG turun terus udah 2 hari ini... sebal.
    be te we aku udah dua bulanan di rumah terus,
    gak keluar-keluar. Aku ga tau ya di komplek lain gimana...
    cuma kalo di komplekku.. pernah dirapatin bareng-bareng.
    Kepala keluarga se-RT. Akses masuk yang tadinya ada 3,
    sekarang dibuka hanya 1 aja. Sepiiii banget. Jadi kalo malem
    itu sunyiii banget.. agak serem sih tapi suka-suka aja.
    Gak ada yg gonjreng-gonjreng gitar haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. akhirnya saya lari ke bukalapak lagi, akun lama gak di pakai akhirnya aktip kembali buat jualan

      Hapus
  5. yang penting kesadaran masyarakat di tengah kondisi yg macam gini, meskipun lokdin lokdon kl masyarakatnya bebal mau gimana? hhh
    doaku semoga pandemi ini segera berakhir huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak, harapan saya adalah semua ini cepat berlalu dan semoga kita masyarakat dunia diberikan kekuatan dan bahu membahu

      Hapus
  6. Setuju Bang. Bersabar dulu ya kan. Sebaiknya batisi diri untuk tidak berinteraksi keluar rumah kalau gak terlalu mendesak ya kan, karena itu cara sederhana memotong mata rantai penyebaran coronavirus. Pakai masker, jaga jarak dan kebersihan #StayHealth Badai corona pasti berlalu.. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah memang hanya itu yang bisa dilakukan, vaksin kan belum ada

      Hapus
  7. akhirnya kita ambil jalan tengah yaa,, PSBB..

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus
  8. bener bener gregetan nungguin nih virus pergi dari negara ini. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan. amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiin yarabbal alamin...semoga cepet selesai

      Hapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter